Jumat, 27 Agustus 2010

Backapackeran ke sebrang timur pulau jawa

Bali mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda sekalian, selain pulau dengan pengaruh hindu yang kuat Bali merupakan pulau yang memiliki daya tarik bagi para wisatawan dengan keindahan yang dimiliki Bali dapat memikat para pelancong dari berbagai belahan dunia, mengapa memilih backpackeran ke Bali???tidak seperti backpacker lainya yang sudah pergi keliling asia atau eropa..."kalo di dalam negeri banyak keindahan alam yang lebih indah dan bisa dijangkau oleh kita kenapa harus backpackeran ke luar negeri..!!!" mungkin itu jawaban yang sering dilontarkan oleh para backpacker lokal kalo ditanya hal yang seperti itu. Selain budget yang masih bisa dijangkau oleh kita, kita juga akan dimanjakan dengan keindahan alamnya ada berbagai cara yang bisa kita tempuh untuk bisa backpackeran ke Bali, saya ambil contoh tuk backpacker yang hidup di ibu kota bisa memulai perjalananya melalui Stasiun kereta Api pasar senen  menggunakan kereta api GBM(Gaya Baru Malam) tujuan jakarta-surabaya dan melanjutkan perjalanan ke banyuwangi menggunakan kereta Sri tanjung Jurusan Jogja-banyuwangi. dari Banyuwangi karena stasiun dengan pelabuhan ketapang cukup dekat kita berjalan kaki saja, dan membeli tiket penyebrangan ke Gilimanuk(Bali), sekitar perjalanan 45 menit dari ujung P. Jawa
Untuk rincian biayanya adalah sebagai berikut :
1. Transportasi : - Jakarta-Jogja Rp. 26.000 (Kereta Ekonomi Gaya Baru Malam)
                          - Jogja-Banyuwangi Rp. 35.000(Kereta Sri Tanjung)
                          - Ketapang-Gilimanuk Rp.5.000 (Kapal Laut)
                          - Gilimanuk-Denpasar Rp. 20.000 (Bus)
                          - Denpasar-Kuta Rp.15.000 (nyarter angkot soalnya gak ada angkutan umum selain taksi) 
                            bisa juga dari ubung ke terminal tegal 6rb di lanjutkan dengan angkutab dari tegal ke pasar 
                            kuta sekitar 3rb.dari pasar kuta ke pantai kuta tinggal jalan kaki sekitar 1km.

        Karena perjalanan dari jakarta Siang hari  terpaksa bermalam di jogja, anda harus merogoh kocek 15rb untuk tiga kali makan, perjalanan dari Jogja ke Banyuwangi menggunakan kereta pagi dari Jogja Sampai Banyuwangi malam sekitar jam 10an. kira-kira biaya makan masih sama 15rb itu untuk makanan standar lauk telor, untuk menyeberang ke pulau Bali bisa dilakukan langsung pada malam hari/esok pagi, karena pada malam hari di terminal pelabuhan sudah tidak ada bus yang mengantarkan ke Denpasar paling ada juga Bus yang dari Jawa ke Denpasar tapi agak lama nunggunya, mendingan istirahat sejenak di stasiun/pelabuhan Ketapang dan dilanjutkan besok pagi. tapi diusahakan jangan tidur di stasiun karena agak rawan lebih baik tidur di pelabuhan. atau juga bisa cari penginapan deket pelabuhan harga masih murah permalam 60rb-an..
Di Bali hanya perlu tiga hari Saja dengan biaya makan sebesar 60rb untuk tiga hari. Anda bisa mendatangi objek wisata di Bali dengan menyewa motor di pinngiran jalan legian banyak rata-rata 60rb/hari, kalo bisa nawar bisa dapet lebih murah.

  • Jadi Total keseluruhan untuk backpackera ke Bali Sbb:
  1. Total perjalanan pulang-pergi= 96rb X 2 =Rp. 129.000
  2. Biaya hidup untuk 7 hari (4 hari di perjalanan+3Hari di Pulau Bali) =Rp. 120.000
  3. Akomodasi ke objek wisata(bisa Join sewa 1 motor untuk dua orang, 3 hari) =                              60rb X 3=180rb/2orang=90rb+10rb=Rp. 100.000 (untuk masuk objek wisata yang berbayar).
  • TOTAL KESELURUHAN PER ORANG P-P= Rp. 412.000 (Belum termasuk Belanja), Bagi anda yang ingin sekalian berbelanja Bawalah Sekitar Rp.700.000 untuk backpackeran ke pulau Dewata, Rp. 400.000 tuk perjalanan+akomodasi dan Rp. 300.000 untuk berbelanja, cukupkan Rp. 300.000 untuk berbelanja???


SELAMAT JALAN-JALAN
SALAM BACKPACKER.

Selasa, 27 April 2010

Persiapan Yang Harus dilakukan Sebelum Naik Gunung

BANYAK remaja sering mengisi waktu liburan dengan naik gunung. Namun, karena ketidak-tahuan, kegiatan fisik berat itu sering tidak disiapkan dengan baik.Padahal, mendaki gunung ditentukan oleh faktor ekstern dan intern, dan kebugaran fisik mutlak diperlukan.

Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu tergila-gila naik gunung. *Because
it is there, *ujarnya. Jawaban itu menggambarkan betapa luas pengalamannya mendaki gunung dan bertualang. Selain jawaban itu, masih banyak alasan
mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.

Anggota-anggota Mapala Universitas Indonesia-kelompok pencinta alam tertua (bersama Wanadri Bandung) di Indonesia-contohnya. Mereka punya alasan lebih
panjang dari Mallory. Dalam halaman awal buku pegangan petualangan yang dimiliki seluruh anggotanya tertulis, Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung.

Yang jelas, tidak seorang petualang alam-komunitas di Indonesia lebih senang menggunakan istilah pencinta alam-melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk
gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah modal nekad dalam mendaki gunung.

Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin,kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang
pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik.

Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa-apa. Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pendakian gunung. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri
pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau
meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.

Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu. Diri pendaki,
segala persiapan, dan kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.

Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.

Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari
rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan
karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.

Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian.
Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai.

Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max).

Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.

Saking semangatnya, pendaki muda kerap kali ingin segera mencapai puncak,apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk berjalan
paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak,sebaiknya ditinggalkan.

Mendaki gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu , pendaki dapat
mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun mendaki merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan
kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin
pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu istirahat
10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya. Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk berkemah. Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik target di peta sebagai titik beristirahat.

Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan
seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya.

Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat mendaki. Satu stel yang lain sebagai baju
kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup
membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.

Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di lua
ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di
luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang.
Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah).

Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel.

Prinsip pengepakan barang dalam ransel.
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.

2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan(seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.

3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras.

Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis,
seperti:
a. pakaian dan kantung tidur,
b. alat memasak,
c. tenda,
d. makanan.

Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari.
Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan.

Tulisan ini pernah dimuat kompas

Senin, 26 April 2010

Gunung Semeru

Perjalanan

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Gas beracun

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti "kambing liar") oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.
Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.
Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa, walaupun pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.
Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Iklim

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.
Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.

Taman nasional

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.
Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Pendaki pertama

Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.
http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru

 

Sabtu, 24 April 2010

Wisata alam pulau lombok

Jalur Resmi Pendakian Gunung Rinjani

Ada beberapa jalur utama dan resmi yang sering dugunakan oleh pendaki ke Gunung Rinjani. Berikut jalur-jalur tersebut:

Jalur Sembalun

- Mataram - Sembalun (± 4-5 jam kendaraan umum)
- Sembalun Lawang - Puncak Gunung Rinjani ( ± 7 Jam Jalan Kaki)
- Sembalun Lawang - Danau Segara Anak (± 2-3 Jam Jalan Kaki )

Jalur Senaru

- Mataram - Senaru (± 3-4 Jam Kendaraan Umum)
- Senaru - Danau Segara Anak (± 7-10 Jam Jalan Kaki)
- Danau Segara Anak - Pelawangan Sembalun (± 4 Jam Jalan Kaki)
- Pelawangan Sembalun - Puncak Rinjani (± 2-3 Jam Jalan Kaki)

Jalur Torean

- Mataram - Torean (± 4-5 Jam Kendaraan Umum)
- Torean - Danau Segara Anak (± 8-9 Jam Jalan Kaki)

Jalur Senaru

Jalur pendakian Senaru merupakan jalur pendakian paling ramai, hal ini disebabkan selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/keagamaan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak. Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) Senaru

Rute pendakian yaitu Senaru - Pelawangan Senaru - Danau Segara Anak dengan berjalan kaki memakan waktu ± 10 - 12 jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan primer dan sepanjang jalan trail telah disediakan sarana peristirahatan pada setiap pos. Dari pintu gerbang Senaru sampai Danau Segara Anak terdapat tiga pos. Sepanjang jalan trail pengunjung dapat menikmati keindahan hutan belantara dan bebatuan yang menakjubkan.

Untuk memperoleh informasi mengenai pendakian Gunung Rinjani telah disediakan Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) atas kerjasama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan NZAID (New Zealand Asistance International Development), Dari Danau Segara Anak bila anda ingin melanjutkan perjalan ke Puncak Gunung Rnjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun yang membutuhkan waktu ± 4 Jam, dari pelawangan sembalun ke Pucak Rinjani membutuhkan waktu 4 - 5 Jam.

Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari Pucak Gunung Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah.

Jalur Sembalun

Jalur Sembalun merupakan jalur yang ramai dilalui oleh pengunjung terutama oleh para penggemar treking. Rute yang dilalui adalah gerbang sembalun lawang - pelawangan sembalun-puncak rinjani memakan waktu 9 - 10 jam. Jalur ini sangat dramatis dan mengesankan trail wisata yang anda lalui merupakan padang savana dan punggung gunung yang berliku-liku dengan jurang disebelah kiri dan kanan jalur.

Dibandingkan jalur senaru, jalur pendakian ini tidak terlalu curam, namun karena didominasi oleh padang savana menjadikan perjalanan anda bermandikan peluh oleh teriknya matahari yang menyengat, namun semua itu akan sirna saat anda dibuat terpana oleh indahnya pemandangan padang dan hutan yang luas sepanjang lembah-lembah nan hijau disebelah timur Gunung Rinjani, bahkan mata anda akan dimanjakan oleh indahnya selat Alas dan Pulau Sumbawa di kejauhan.

Setelah tiba di puncak Rinjani anda bisa beristirahat sejenak sembari menikmati panorama alam dan berbangga diri telah menginjakkan kaki disalah satu kaki langit di Indonesia serta menimbulkan rasa kekaguman akan ciptaan Tuhan.

Jalur Torean

Sepanjang jalur ini, dari Desa Torean menuju kali Tiu (batas TNGR) yang merupakan Pos I pendakian dapat dijumpai ladang, padang pengembalaan, perkebunan dan merupakan kawasan Hutan Produksi. Kemiringan 20 -45% jarak desa Torean dengan batas TNGR (Pos I) ± Km 5,00 Km dengan kemiringan ±10-30%.

Flora yang dapat dijumpai yakni: Bajur, Klokos Udang, Rotan Hutan, Bangsal, Lengsir, Jambu, Bunut, Blimbing Hutan, Juwet, Paku-pakuan, Ketimunan, Rajumas, Tapan Dawa. Sedangkan Fauna yang dapat dijumpai yakni: beberapa jenis burung (perkici, Daweuh, Kecial, Srigunting).

Jarak dari Pos III Torean menuju ke Plawangan Torean± 3,50 Km dengan kemiringan ± 30 -40%, sepanjang perjalanan kita akan berada dalam apitan 2 buah gunung dan kita juga dapat menikmati aliran sungai (Kokok) Putih.[LTN] 

Jalur sulit menuju Puncak
Jalur  sembalun
Jalur pendakian Senaru

Pangandaran Beach

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Pantai Barat Pangandaran, jangan lupa untuk mengunjungi pasir putih. Ada 2 cara untuk dapat mencapai pantai ini. Yang pertama lewat darat dengan cara berjalan kaki,  dengan melewati cagar alam yg terdapat disana(hati-hati di cagar alam banyak monyet yang selalu mengikuti anda). Yang kedua dengan menumpang perahu2 yg memang sengaja di sediakan untuk mengangkut wisatawan2 yg ingin pergi ke pasir putih ini. Hanya dengan membayar 10 rb per orang, kita sudah dapat bermain2 disini.

 Di Pantai ini banyak kegiatan yang dapat di lakukan, mulai dari berenang, mencari kerang2 hingga ber snorkling. Di kawasan ini memang terdapat taman laut yang memungkinkan pengunjung untuk bersnorkling.

Untuk bersnorkling, kita tidak perlu membawa sendiri peralatannya, karena peralatan tersebut akan banyak sekali di jumpai di pinggi2 Pantai. Kita bisa menyewa peralatan snorkling lengkap dengan baju pelampung hingga kaki katak hanya dengan 20 ~ 25 ribu tanpa batasan waktu.Menurutku, di pasir putih ini tidak terlalu nyaman untuk bersnorkling. Karena keadaan ombak yang cukup besar dan juga karang2 yang nampak sudah banyak yang rusak. Tetapi untuk mencoba tidak ada salahnya.



Selamat jalan-jalan.
Salam Backpacker!!! unduh file

Senin, 19 April 2010

Backpacker

 Backpacking (backpacker) adalah hobi yang menyenangkan dan olahraga, penuh tantangan dan petualangan, itu menarik bagi kaum muda maupun tua. Backpacking adalah sesuatu yang bisa dilakukan, dan pilihan pada bagaimana dan di mana melakukannya serta tidak terbatas. Backpacking adalah bentuk besar latihan saat bersenang-senang pada saat yang sama. Jika Anda berpikir mungkin Backpacking hobi untuk Anda, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang backpacker dan selukbeluknya.

Backpacking adalah kombinasi dari hiking dan berkemah. Backpacking melibatkan perjalanan hiking melalui daerah padang gurun dan berkemah semalam. Backpacker, adalah membawa segala kebutuhan untuk perjalanan di punggung mereka. Perjalanan Backpacking dapat dilakukan dala perjalanan semalam atau selama beberapa malam. Semakin lama perjalanan, semakin harus dikemas dan dilakukan, sehingga perencanaan baik pengepakan dan perjalanan itu terlebih dahulu sangat penting. Biasanya daerah yang sangat populer Backpacking tujuan akan memiliki situs kamp tersedia. Mereka hanya mungkin memiliki petunjuk, panduan dan diposting dalam peta, atau mereka dapat menawarkan kabin yang lebih rumit. Daerah lain mungkin tidak begitu mengakomodasi, di mana Backpackers mendirikan perkemahan mereka di mana pun mereka menemukan tempat yang bagus.


Ada sebuah komunitas backpacker. Setiap orang bekerja sama untuk melestarikan padang gurun, lembah, gunung, pantai yang mereka suka. Ada dapat diterima dan tidak diterima di komunitas Backpackers. Backpackers mencoba untuk tidak mengganggu atau merusak daerah di mana mereka melakukan perjalanan. Mereka membersihkan semua jejak dari perkemahan mereka ketika bergerak, dan tidak pernah membuang sampah di sepanjang jalan.

Backpackers mengharuskan seseorang untuk selalu menjaga keamanan dalam pikiran. Ada banyak bahaya dalam Backpacking, dan orang yang tidak berpikir tentang keselamatan lebih cenderung menjadi mangsa. Ransel itu sendiri dapat menjadi masalah jika seseorang tidak mempelajari cara untuk memenuhi dan memaket dengan benar. Aktivitas fisik dapat berat. Ini menyarankan bahwa seseorang akan dikondisikan untuk menangani medan tidak rata dan kasar sebelum menumpuh perjalanan untuk pertama kalinya. Pertolongan pertama dan keselamatan umum adalah hal lain backpacker harus ketahui. Kemungkinan terjadi hilang atau terluka di alam, sehingga setiap backpacker harus memiliki pegangan yang baik untuk tetap aman.

Backpackers untuk alasan yang berbeda. Beberapa melakukannya untuk latihan yang sangat baik, sementara yang lain seperti Backpacking karena cinta alam dan petualangan yang ditawarkan. Backpackers sebagai cara untuk belajar dan menjelajahi alam bebas. Apapun alasan seorang Backpackers, itu adalah sebuah komunitas yang terus berkembang untuk mengeksplorasi, cinta dan berjalan melalui alam dengan tujuan mencari pengalaman yang baik.



Jumat, 25 Desember 2009

VIKING JOGJA TOUR MALANG

The Original Viking Persib Club Website


         Mungkin ini loyalitas dan totalitas yang bisa kami berikan sebagai pendukung setia PERSIB BANDUNG, Demi menyaksikan tim kesayangan yang akan berlaga di Malang kami rela menyisihkan uang jajan agar bisa ikut tour ke Malang, dengan menempuh perjalanan dari Jogja menuju Surabaya sekitar 7,5 jam karena keterlambatan kereta akhirnya kami sampai di stasiun surabaya gubeng. Sesampainya di Surabaya kami langsung di sambut oleh saudara kami  BONEKMANIA yang langsung mengajak kami semua ke YSS(Yayasan Supporter Surabaya)  Untuk beristirahat di sana karena esok
paginya kita harus melanjutkan perjalanan ke Malang.
Setelah sampai di YSS kami semua langsung beristirahat tetapi ada juga yang ngobrol-ngobrol ma anak BONEK sampai pagi. Sekitar jam 9.00 kami pun bergegas ke stasiun agar tidak ketinggalan kereta yang menuju ke Malang. 
Sebagai Supporter yang baik kami semua membeli tiket kereta api penataran ke Malang dengan harga 4,500/tiket. Belasan aparat keamanan di Malang Siap menyambut dan mengawal kami sampai di depan Stadion Gajayana Malang, dengan di antar memakai mobil truck yang sering di pakai para pasukan polisi kami pun sampai di  Stadion Gajayana sekitar pukul 14.00.



         Di Depan Stadion tiket pun di bagikan ke semua anggota VIKING yang telah terdaftar sebagai anggota yang ikut tour ke malang. Namun bagi kami yang ikut ke Malang tetapi tidak terkordinir terpaksa membeli tiket di Loket penjualan. kami membeli tiket tribun ekonomi seharga 15ribu.dan kami pun masuk menuju tribun sesuai dengan yang tertera di tiket.
          Di dalam Stadion pun sorak-sorai sekitar 400an bobotoh menggema di dalam stadion semua yel-yel dukungan kami berikan kepada tim kesayangan,ada juga yel-yel celaan ke salah satu supporter ibu kota(Jackj**g) yang mengaku dirinya supporter paling baik namun kenyataanya malah sebaliknya selalu membuat kerusuhan,sering mengadu domba....Pukul 15.30 waktu indonesia bagian Malang pertandingan di mulai namun hujan pun ikut turun mengguyur stadion gajayana. kami semua termenung saat menit ke 9 umpan crossing Gaspar disundul seme patrick dan diteruskan oleh sontekan Jairon di mulut gawang. 1-0 untuk tuan rumah, walaupun tertinggal 1-0 dukungan masih  tetap kita berikan sampai akhir pertandingan. Hujan pun semakin deras mengguyur stadion dan kami melihat  ada seseorang yang masuk area lapangan dan masuk ke pojok stadion tepat di bawah tiang lampu stadion, kami pun bertanya-tanya siapakah orang itu?apa yang sedang dia kerjakan. Ternyata orang itu menyediakan sesaji dan membakar kemenyan, anak-anak VIKING pun tidak tinggal diam mereka langsung mengambil sesaji namun di halangi oleh panpel, Apakah itu yang membuat para pemain PERSIB tidak semangat dalam mengolah si kulit bundar?Sampai turun minum kedudukan PERSEMA VS PERSIB 3-0. sampai akhir pertandingan kedudukan masih tetap sama. Dan kita semua bergegas keluar stadion menuju stasiun agar tidak ketinggalan kereta yang menuju surabaya karena itu adalah kereta terakhir yang menuju Surabaya.
           Jam 19.00 kereta datang kami pun segera naik, ternyata di dalam kereta ada pasukan AREMAling namun tidak apa-apa karena kita belum pernah bentrok sebelumya. Akan tetapi serangan dari luar terjadi lemparan batu mengarah ke gerbong kami. namun kami tidak terpancing, sampai saat ada anak AREMA yang turun sambil melempari kami, saat itulah emosi kami tidak bisa di tahan lagi. AREMA yang masih berada di dalam kereta pun manjadi sasaran kami. teror di berhenti begitu saja, sepanjang perjalanan Malang sampai perbatasan pasuruan kita terus di lempari batu dari luar. Alhamdulilah kereta pun masuk kabupaten Pasuruan yang berarti kita sudah aman. Perjalanan sampai Surabaya selamat tidak ada yang cedera sedikitpun. Sampai di Surabaya anak-anak VIKING pada menginap di stasiun. Dan Sebagian VIKING YOGYAKARTA langsung pulang ke jogja menggunakan bus antar kota tetapi ada juga yang menggunakan kereta bersama-sama dengan anak-anak VIKING yang dari Bandung. Dan akhirnya kami yang menggunakan Bus sampai di Jogja puku 05.30 pagi langsung menuju kost masing-masing untuk beristirahat.